Anakku Stunting?

Anak Susah Makan?
July 9, 2019

Anakku Stunting?

Anakku Stunting?

Setiap orang tua saat ini pasti was was mendengar kata “STUNTING”. Di setiap kelas Pola Makan dan Masalah Makan yg saya pandu, hal ini selalu menjadi kekhawatiran utama. Sebelum khawatir, pahami dulu apa itu stunting.

STUNTING adalah tinggi badan kurang dari standar tertentu pada kurva tinggi badan menurut usia anak, yang disertai dengan penyakit kronis akibat malnutrisi (gangguan nutrisi) kronis.

TIDAK SEMUA ANAK yang TINGGInya KURANG dari KURVA NORMAL berarati stunting.
Tinggi badan anak sangat dipengaruhi oleh genetik, walau pada 2 tahun pertama dominan dipengaruhi oleh asupan nutrisi. Anak dengan tinggi badan kurang perlu dievaluasi oleh DSA (dokter spesialis anak) mengenai kemungkinan stunting, tapi stunting tidak hanya berdasarkan tinggi badan kurang saja.

BERAT BADAN KURANG bukan STUNTING. BB yang menetap atau menurun menandakan perlu waspada mengenai kecukupan BB anak yang menunjukkan kecenderungan pertumbuhan anak. BB yang menetap atau menurun pada kurva WAJIB dievaluasi oleh DSA mengenai kemungkinan kebutuhan nutrisi yg tidak tercukupi. Evaluasi BB harus berkala menurut kurva, tidak bisa hanya berdasarkan 1 waktu pengukuran saja.

Stunting terjadi ketika kebutuhan nutrisi anak tidak tercukupi dalam waktu yang lama. Hal ini menjadikan anak tidak mendapat cukup gizi untuk perkembangan otaknya, menjaga kesehatan tubuhnya (sehingga mudah sakit), dan akhirnya jadi mengganggu pertumbuhannya, yang ditandakan dengan tinggi badan yang kurang.

Stunting disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dan disertai gangguan kesehatan. Adanya penyakit/gangguan metabolisme juga dapat menjadikan kebutuhan gizi anak meningkat sehingga asupan gizi anak tidak mencukupi.

Cara mencegah stunting tentu dengan memenuhi kebutuhan gizi anak dengan baik, terutama memberi makanan bergizi tinggi pada saat MPASI karena ASI saja sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi bayi.

MPASI yang bagaimana yg diperlukan?

  1. MPASI tepat waktu: diberikan pada saat ASI sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan bayi
  2. Adekuat: memiliki kandungan gizi yang cukup
  3. Aman: disiapkan secara higienis dan disimpan dengan aman untuk menghindari kontaminasi bakteri
  4. Diberikan secara tepat, yaitu dengan memperhatikan respon lapar dan kenyang bayi

Mari cegah stunting dengan memberikan gizi terbaik untuk anak melalui MPASI. Sebaiknya pahami dulu bagaimana MPASI perlu disiapkan dan diberikan agar mampu memenuhi kebutuhan gizi anak

Jadi, bila anak Mom pendek atau BB kurang belum tentu stunting. Evaluasi kurva selama 1-2 bulan ke belakang. Bila mendatar/menurun, segera periksakan ke DSA untuk evaluasi lebih lanjut.

Kita HARUS WASPADA akan kemungkinan stunting, tapi jangan KHAWATIR berlebihan ya Mom ❤

Comments are closed.